Standar

senyummu cukup tuk mengurai letihku
bibirmu mulai fasih tuk berdzikir denganku
sem0ga sajadahku cukup lebar tuk esok bersujud denganmu sebagai makmumku

ku yakinkan surga untukmu karena teduh pandangmu padaku
karena ku yakin telapak kakimu cukup luas untuk surga anak anakmu
basuh kasih dan sayangmu jadi pagar kesholehanm

dan lebih dari itu, semo0ga Tuhan menjadikan ini semakin indah. . .

2 Kendala Terbesar Masalah Lingkungan

Standar
Selasa, 17 Juli 2012 | 09:18 WIB

KOMPAS.com – Semboyan dan ajakan untuk melestarikan lingkungan pasti sudah sering terdengar, namun baru sedikit orang yang benar-benar tergerak untuk menjaga lingkungannya. Dengan kata lain, gaya hidup yang ramah lingkungan baru sekadar wacana.

“Melestarikan dan menjaga lingkungan sebenarnya tidak sulit. Kita tidak harus melakukan hal besar seperti menanam sejuta pohon dan lain-lain. Akan tetapi mulai saja dari diri sendiri dengan melakukan berbagai hal kecil yang bisa menjaga lingkungan,” ungkap Rifki Hasan, pemenang HiLo Green Ambassador 2012 kepada Kompas Female, dalam acara makan siang bersama para pemenang HiLo Green di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2012) lalu.

Senada dengan Rifki, Gresia Kristi yang juga memenangi ajang pencarian duta lingkungan ini mengungkapkan bahwa hal kecil yang dimulai dari diri sendiri akan memberi banyak perubahan besar untuk kelestarian lingkungan. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sedotan, mengurangi penggunaan tisu, mengurangi penggunaan kantong plastik, serta hemat air dan hemat listrik.

Rifki mengungkapkan, kebanyakan orang belum sungguh-sungguh memedulikan hal-hal kecil tersebut. Saat berbelanja, orang masih menggunakan kantong plastik, atau terlalu banyak membuang tisu. “Sekarang ini saya mulai dari diri sendiri. Misalnya saat wudhu saya selalu membuka keran dengan aliran kecil dan secukupnya,” bebernya.

Cara-cara ini sebenarnya sangat mudah dilakukan oleh semua orang. Hanya saja, kebanyakan orang masih cuek pada lingkungan. Kesadaran yang masih rendah ini boleh jadi disebabkan karena mereka belum merasakan secara langsung dampak buruk dari kerusakan lingkungan.

Rifki menambahkan, kendala terbesar untuk menjaga kelestarian lingkungan adalah masih adanya rasa ketergantungan terhadap orang lain untuk menjaga lingkungan. “Misalnya ketika mereka buang sampah sembarangan, mereka cuek saja karena beranggapan masih ada tukang sampah yang akan membersihkan sampah yang mereka buang,” tukasnya.

Sikap ketergantungan tersebut akan membuat banyak orang menjadi lebih malas dan tak punya kesadaran untuk cinta pada lingkungan. “Semuanya harus dimulai dari diri sendiri, karena jika tidak ada kesadaran dalam diri, semua usaha melalui edukasi dan sharing tentang dampak kerusakan lingkungan tidak akan berhasil,” pungkasnya.

AMD Potong Harga, Gelagat Datangnya Radeon HD 7990?

Standar
 Selasa, 17 Juli 2012 | 07:41 WIB

3dnews.ru

KOMPAS.com – AMD telah merilis Radeon HD 7970 GHz Edition yang diklaim sebagai kartu grafis single-GPU terkencang sedunia, mengalahkan GeForce GTX 680 dari NVIDIA yang sebelumnya memegang gelar tersebut.

Kini, produsen prosesor dan pemroses grafis itu sedang mempersiapkan kemunculan Radeon HD 7990, yang bakal lebih cepat lagi. Gelagatnya, antara lain, mereka telah menurunkan harga produk-produk yang sudah beredar lebih dulu.

Ada lima kartu grafis yang harganya dipotong:

  1. Radeon HD 7970 GHz Edition turun menjadi 499 dollar AS
  2. Radeon HD 7970 turun menjadi 429 dollar AS
  3. Radeon HD 7950 turun menjadi 349 dollar AS
  4. Radeon HD 7870 GHz Edition turun menjadi 299 dollar AS
  5. Radeon 7850 turun menjadi 249 dollar AS.

Pemotongan harga tersebut berlaku global.

Produk-produk tersebut adalah seri kartu grafis mainstream dan high-end . Adapun harga Radeon HD 7970, HD 7950 dan HD 7850 di Indonesia masing-masing masih berkisar di angka 4,6 juta rupiah, 4 juta rupiah, dan 3,5 juta rupiah. Radeon HD 7970 GHz Edition dan Radeon HD 7870 GHz Edition masih sulit ditemukan di Indonesia.

Dimotori dua buah GPU “Tahiti XT”, dengan jumlah streaming processor sebanyak 4096 buah dan on-board memory hingga 12 GB, Radeon HD7990 akan menjadi kartu grafis teratas dalam hierarki kartu grafis AMD. Kisaran harganya disinyalir akan berada di atas angka 800 dollar AS.

Kartu grafis yang kabarnya akan dirilis pada Juli 2012 ini akan berhadapan dengan GeForce GTX 690 dari NVIDIA yang juga menggunakan dua buah GPU dalam satu papan PCB.

Penurunan harga produk-produk Radeon itu diperkirakan akan menekan produk-produk dari NVIDIA seperti GeForce GTX 680, GTX 670 dan GTX 660 yang baru akan diluncurkan pada Agustus 2012.

Pada akhir 2012, AMD juga dikabarkan bakal meluncurkan seri kartu grafis Radeon HD 8000 yang memiliki kode “Sea Islands”.

2013, Mahasiswa PTN Hanya Bayar SPP

Standar
 Selasa, 17 Juli 2012 | 08:34 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, mulai tahun 2013 mendatang, para mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) hanya akan dibebankan biaya SPP. Biaya lainnya telah ditutupi oleh dana Bantuan Operasional (BO) PTN.

“Kami sedang merancang, menghitung semuanya. Kami optimistis bisa terealisasikan mulai 2013,” kata Djoko kepada para wartawan, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (16/7/2012) malam.

Djoko menjelaskan, selama ini negara selalu menerima sekitar Rp 12 triliun setiap tahunnya dari hampir semua PTN. Dana tersebut masuk dalam kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Setengah dari jumlah tersebut berasal dari tujuh Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN). Dan sisanya, sekitar Rp 6 triliun merupakan akumulasi dana yang diperoleh dari mahasiswa, mencakup biaya pendaftaran, SPP, sumbangan pembangunan gedung, hibah penelitian, dan lain-lain, yang berasal dari puluhan PTN.

“Perhitungan kami soal PNBP itu sekitar RP 12 triliun. Setengah dari jumlah itu telah ditutup oleh mahasiswa di puluhan PTN,” ujarnya.

Pemerintah sendiri, ungkap Djoko, tahun ini telah menggelontorkan dana BO PTN hampir mencapai Rp 1,5 triliun. Tahun depan, pemerintah akan meningkatkan jumlahnya sekitar Rp 3,5 triliun melalui APBN 2013.

“Saya pikir sudah cukup menutupi, maka tahun depan semua mahasiswa hanya bayar biaya SPP saja,” ujarnya.

Sama halnya dengan dana bantuan operasional di jenjang pendidikan dasar dan menengah, BO PTN juga digunakan untuk menutupi biaya operasional pendidikan tinggi. Biaya-biaya itu di antaranya, pengembangan dan pemeliharaan sarana serta prasarana, gaji tenaga honorer, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan perkuliahan.

Kebijakan mengenai BO PTN telah diatur Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang baru disahkan akhir pekan lalu dalam sidang paripurna DPR. UU ini awalnya bernama UU PT (Perguruan Tinggi), tetapi dengan alasan untuk mencakup sasaran yang lebih luas, maka UU tersebut kemudian berubah nama menjadi UU Dikti.

Rupiah Rawan, Siap Dijaga Bank Indonesia

Standar
 Selasa, 17 Juli 2012 | 08:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah kembali melemah tajam dan berada di level psikologis yang rawan. Bank Indonesia diperkirakan siap-siap berjaga di pasar pada Selasa (17/7/2012).

Kemarin, rupiah ditutup melemah di Rp 9.489 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg). Penurunan itu terjadi di tengah bervariasinya bursa Asia. Indeks Harga Saham Gabungan masih ditutup naik 0,69 persen menjadi 4.047,47. Harga minyak mentah juga masih naik, baik Brent maupun WTI. Harga Brent menjadi 104,4 dollar AS per barrel (+1,73 persen) dan harga WTI menjadi 88,43 dollar AS per barrel (+1,53 persen).

Pasar Amerika Serikat dan sebagian Eropa ditutup melemah semalam. Menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, hal ini merespons revisi turun proyeksi ekonomi global IMF dan penjualan ritel AS yang turun. Kemungkinan pasar Asia akan mengikuti hari ini. Untuk rupiah, diperkirakan ada penjagaan BI karena rupiah saat ini pada level psikologis yang rawan. Rupiah akan berada di antara Rp 9.460 dan Rp 9.480 per dollar AS.

Misteri Pemecatan Panglima Militer

Standar

Selasa, 17 Juli 2012 | 08:43 WIB
AFP PHOTO /KCNA Panglima Angkatan Bersenjata Korea Utara Ri Yong-ho (kiri) dan Korut Kim Jong Un menghadiri upacara perkabungan Kim Jong Il di Pyongyang pada 29 Desember 2011.

 

PYONGYANG, KOMPAS.com – Pemecatan Ri Yong Ho, Panglima Angkatan Bersenjata Korea Utara, Senin (16/7/2012), memicu sejumlah spekulasi tentang pergulatan kekuasaan di dalam negeri komunis yang sangat tertutup tersebut. Beberapa pengamat menilai pemecatan itu menjadi bagian dari konsolidasi kekuasaan oleh pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong Un.

Menurut kantor berita resmi Korea Utara (Korut), Korean Central News Agency (KCNA), Ri tidak hanya diberhentikan dari posisi panglima angkatan bersenjata, tetapi juga dari seluruh jabatan politiknya. Selain menjabat sebagai Kepala Staf Jenderal Tentara Rakyat Korea, Ri juga menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Sentral Partai Para Pekerja Korea dan anggota Presidium Politbiro partai komunis tersebut.

Semua jabatan tersebut membuat perwira tinggi militer berpangkat marsekal madya (dua tingkat di atas jenderal berbintang empat dalam jenjang kepangkatan Korut) itu menjadi salah satu dari segelintir orang yang berada pada lingkaran tertinggi kekuasaan di Korut. Ri adalah satu dari tujuh orang yang mendampingi Kim Jong Un berjalan mengiringi mobil jenazah Kim Jong Il saat mendiang pemimpin Korut itu dimakamkan, Desember 2011.

Belum diketahui pasti alasan pemecatan Ri. KCNA hanya menyebutkan, Ri diberhentikan dalam rapat Politbiro Komite Sentral Partai Para Pekerja Korea, Minggu (15/7/2012), karena Ri menderita ”penyakit”. Namun, hampir semua pengamat meragukan Ri diberhentikan karena alasan kesehatan.

”Kemungkinannya sangat tinggi dia dipecat bukan karena masalah kesehatan, melainkan karena memang dia disingkirkan,” kata Daniel Pinkston, pengamat Korut dari International Crisis Group.

Perebutan kekuasaan

Ri, yang berusia 69 tahun, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda sakit saat tampil di depan publik Korut akhir-akhir ini. Media Pemerintah Korut memuat foto Ri dalam keadaan sehat, 6 Juli lalu, saat berbincang- bincang dengan warga yang baru saja pindah ke kompleks perumahan baru di Pyongyang.

Ri juga terlihat mendampingi Jong Un dalam upacara peringatan kematian Kim Il Sung—pendiri Korut dan kakek Jong Un—pada 8 Juli.

Ketidakjelasan alasan pemberhentian Ri ini memicu sejumlah spekulasi dan membuat rival utama Korut, Korea Selatan (Korsel), memantau perkembangan situasi secara saksama. Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim Hyung-Suk, menyebut pengumuman mendadak pemecatan Ri ini sebagai sesuatu yang ”sangat tidak biasa” dan Seoul akan terus memantau apa yang akan terjadi selanjutnya di Korut.

Beberapa pengamat menduga pemberhentian Ri ini terkait erat dengan pergulatan perebutan kekuasaan politik di Korut.

Koh Yu-Hwan, profesor studi Korea Utara dari Universitas Dongguk di Seoul, mengatakan, Ri diduga kalah bersaing dengan Choe Ryong Hae, perwira tinggi militer lain yang kariernya menanjak pesat. Menurut Kim, Choe kemungkinan besar akan diangkat menggantikan Ri.

Sementara itu, Hong Hyun-Ik, pengamat Korut dari lembaga pemikiran Sejong Institute di Seoul, berpendapat, pemberhentian Ri sebagai bagian dari proses regenerasi di militer Korut. Hong menduga akan ada lebih banyak lagi perwira militer berusia lanjut yang akan diberhentikan dalam beberapa minggu mendatang.

Peneliti lain dari Sejong Institute, Paik Hak-Soon, menduga pemecatan Ri ini terkait dengan keinginan Jong Un memperkuat kendali partai atas militer yang terus tumbuh makin kuat.

”Jong Un akan memastikan partai akan terus mengawasi militer yang tumbuh terlalu besar, sebuah usaha yang telah dirintis ayahnya pada akhir 2010,” kata Paik, yang menduga Ri akan diganti seseorang yang lebih muda dan lebih mudah dikendalikan partai.

Kabar pemecatan Ri ini adalah kejutan kedua dari Jong Un dalam dua pekan terakhir setelah pekan lalu ia membuat dunia heboh dengan tampil di depan publik bersama seorang perempuan misterius. Perempuan cantik tersebut diduga istri Jong Un.

Jong Un mewarisi posisi puncak di Korut setelah ayahnya, Kim Jong Il, meninggal dunia tahun lalu. (AP/Reuters/AFP/DHF)

Standar
Sinergi Pusat-Daerah untuk Dorong Ekspor
Penulis : Eny Prihtiyani | Selasa, 17 Juli 2012 | 08:44 WIB

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Untuk meningkatkan kinerja ekspor ke depan diperlukan sinergi antara pusat dan daerah dengan memberikan pelatihan, pembinaan serta pemberian informasi lebih luas kepada sumber daya manusia di daerah serta para pelaku ekspor agar bisa membangun hubungan dagang dengan pembeli dari luar negeri.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar produk ekspor Indonesia di pasar internasional dengan memanfaatkan jejaring kemitraan dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah, Kementerian Perdagangan tengah mendorong aktivasi diseminasi kerjasama peningkatan ekspor.

“Diseminasi untuk memenuhi kebutuhan stakeholder terhadap informasi mengenai peluang kerjasama di bidang pengembangan ekspor; memfasilitasi dibukanya ruang dialog bagi stakeholder untuk menanggapi atau mengemukakan isu-isu aktual yang relevan untuk didiskusikan bersama; serta meningkatkan kerjasama kemitraan dengan para pelaku usaha (eksportir), instansi pemerintah dan non pemerintah,” kata Adhar Hazairin, Kasubdit Asia Pasific dan Afrika Direktorat Kerjasama Pengembangan Ekspor, Dirjen PEN Kementerian Perdagangan, Selasa (17/7/2012).

Diharapkan dengan kegiatan yang saat ini sedang dilakukan, kata Adhar, para eksportir daerah bisa terus memperkaya dan membuka wawasan mengenai kondisi pasar atau produk di negara tujuan ekspor. India, China sebenarnya merupakan negara yang memiliki pasar yang besar. Jadi, mereka bukan hanya pengekspor saja. Sebagai contoh, untuk water treatment China membutuhkan arang batok kelapa. Kita lihat Sulawesi dari utara sampai selatan banyak kelapa dan ini peluang bagi Sulteng.

Untuk memanfaatkan potensi yang besar dengan berbagai produk inovasinya, Kadin Indonesia bekerja sama dengan Kadin Provinsi, Kemeterian Perdagangan dan Perbankan BUMN serta lembaga pembiayaan swasta melaksanakan kegiatan Klinik Bisnis dengan melakukan roadshow ke 33 provinsi di Indonesia.

Sulawesi Tengah merupakan provinsi keempat setelah sebelumnya dilakukan di Jakarta, Gorontalo dan Bali. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pembekalan tentang prosedur ekspor-impor saja, tetapi juga bantuan permodalan maupun penjaminan proyek, serta melatih dan dapat dijadikan promosi tersendiri bagi pengusaha daerah.